LAKUKAN INI SETELAH MEMBACA BUKU




Active Recall.

Sebelum kita membahas apa itu active recall, saya ingin bertanya kepada Anda.

Setelah membaca buku, apakah Anda pernah merasa bahwa Anda telah menyerap dan mengerti semua informasi yang telah Anda baca?
Hingga saat Anda menutup dan menyelesaikan buku tersebut, Anda seketika sadar bahwa Anda hanya mengingat 20% atau bahkan tidak sama sekali tentang informasi penting yang terkandung di dalam buku tersebut.
Selamat!
Anda telah membohongi diri Anda sendiri.
Anda percaya bahwa Anda sudah paham akan informasi yang di dapat, padahal pada kenyataanya, tidak!
Dr. Barbara Oakley, seorang profesor teknik di Universitas Oakland, menyebut hal diatas sebagai Illusions of Competence.
Illusions of Competence menjelaskan beberapa hal…
  • Melihat informasi di depan kita, seperti membaca buku, tidak mengartikan bahwa kita paham tentang itu.
  • Melihat atau mendengar seseorang memberikan sebuah kesimpulan tidak mengartikan bahwa kita tahu bagaimana cara mendapatkan kesimpulan itu atau menjelaskan argumen mereka.
  • Mencari sesuatu di Google memberikan kita ilusi bahwa informasi yang kita cari sudah diserap oleh otak kita.
  • Menghabiskan banyak waktu untuk memperlajari suatu hal tidak mengartikan bahwa kita akan paham.
The person who says he knows what he thinks but can’t express it usually does not know what he thinks.
— Mortimer Adler

Dalam bukunya Learning How To Learn, Barbara menjelaskan bahwa ada 3 kunci utama untuk bisa membaca dengan baik.
1. PICTURE WALK
Yang kita tahu ketika membaca adalah, kita harus membaca buku tersebut halaman demi halaman.
Jangan lakukan itu!
Menurut Barbara, ketika kita akan memulai sebuah bab baru, lihatlah secara singkat semua gambar, diagram, judul, tulisan tebal, ringkasan, dan pertanyaan jika buku tersebut menyediakannya.
Tujuan dari picture walk adalah memberi otak kita ide tentang informasi yang akan datang. Picture walk sama seperti ketika kita menonton trailer sebuah film, atau melihat peta sebelum kita berpergian.
Picture walk memberikan kita gantungan dimana kita bisa mengatur informasi yang kita baca. Tanpa sebuah gantungan, bukankah baju akan jatuh?
2. READ WITH CARE
Membaca dengan penuh kepedulian mengartikan kita untuk menjadi seorang active reader. Kita menjunjung tinggi kualitas daripada kuantitas.
Maka ketika ada hal yang masih belum kita mengerti, kita akan kembali ke paragraf itu dan membacanya sekali lagi. Jika perlu, tandai hal-hal yang merupakan ide utama dari bab tersebut.
Membaca dengan kepedulian bertujuan agar kita tidak membuang waktu untuk membaca sesuatu yang tidak akan pernah kita ingat. Kita akan semakin lebih bisa menghemat waktu di kemudian hari tanpa harus kerja dua kali ( membuka buku dan membaca lagi ).
3. ACTIVE RECALL
Ini adalah poin utama dalam jawaban kali ini. Yaitu kegiatan yang harus kita lakukan setelah membaca sebuah buku.
Active recall adalah membawa kembali ide atau informasi yang di dapat, kembali ke pikiran.
Active recall adalah tolak ukur apakah kita sudah benar-benar paham tentang apa yang kita baca atau belum.
Caranya untuk menggunakan active recall ini sangat sederhana.
Jauhkan halaman, tutup buku, dan tanyakan kepada diri Anda, ide utama apa yang Anda ingat?
Jika Anda tidak menemukan jawabannya, baca sekali lagi.
Penelitian juga telah menunjukkan bahwa jika Anda menggunakan active recall dalam pembelajaran, Anda akan bisa melakukan lebih baik ketika menghadapi sebuah tes.
Ingatlah informasi tersebut di waktu dan tempat berbeda. Karena belajar di tempat yang berbeda akan membuat informasi semakin tertanam kuat di dalam otak.
Jangan hanya meletakkan informasi di dalam ingatan, tetapi kita juga harus memahaminya!

Terima kasih

Jangan beri komentar dibawah 👇

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN MENJUAL PONSEL ANDA KEPADA SIAPAPUN

Pengelolaan keuangan desa

APA MAKSUT e.g dan i.e YANG SERING DIJUMPAI PADA ARTIKEL JURNAL