PLUTO TIDAK LAGI MASUK DALAM 9 SISTIM TATA SURYA KENAPA
- Get link
- X
- Other Apps
Pluto ditemukan sekitar tahun 1930 oleh Clyde W Tombaugh.[1] Saat itu, Pluto langsung dikategorikan sebagai planet ke-9 di Tata Surya karena persyaratan untuk menjadi suatu planet tidak begitu ketat seperti melamar pekerjaan yg memerlukan skck dan syarat" lainnya.
Akan tetapi seiring perkembangan zaman, teknologi teleskop kita mulai canggih sehingga kita mampu menemukan objek-objek langit yang lebih banyak lagi. Salah satunya adalah QB1, objek langit baru yang berhasil ditemukan oleh David Jewitt and Janet Luu.[2] Namun sayang, QB1 ini ternyata tidak lolos seleksi menjadi suatu planet. Kemudian di tahun 2002 (dan setelahnya), para astronom kembali menemukan benda-benda langit yang mirip dengan QB1, mereka dinamakan Quaoar, Sedna, Xena, Eris, dan lainnya. Ternyata mereka dan juga Pluto memiliki sifat dinamika yang sangat mirip, dan bahkan Eris, benda langit yang massanya lebih besar daripada Pluto, sempat dimasukkan sebagai kandidat planet ke-10 di Tata Surya kita, lho!
(Gambar. Planet Katai)
Benda-benda langit seperti Eris ternyata semakin banyak ditemukan, hal ini memaksa para astronom, khususnya IAU (International Astronomical Union) untuk mendefinisikan ulang persyaratan suatu benda langit agar bisa disebut sebagai planet. Keputusan baru didapat dengan melakukan voting di tahun 2006 silam, yang menyimpulkan bahwa suatu benda langit disebut sebagai planet jika:
- Memiliki orbit yang mengitari Matahari atau bintang;
- Memiliki massa yang besar sehingga gravitasinya cukup besar untuk mempertahankan bentuk bundarnya;
- Cukup besar untuk bisa mendominasi orbitnya dari benda-benda langit lain (jadi tidak boleh ada benda-benda langit lain di orbitnya).
Nah, karena pembaharuan definisi planet ini, maka Pluto akhirnya dikeluarkan sebagai anggota planet di Tata Surya kita karena tidak memenuhi syarat ketiga — ya, dia tidak cukup besar sehingga tidak mampu menyapu bersih area di sekitar orbitnya dari benda-benda langit yang kecil.(Gambar. Ilustrasi Pluto dan batuan kecil di dalam sabuk Kuiper)Oh ya, jangan bayangkan makna dari 'dikeluarkan' di sini berarti Pluto ditendang sehingga keluar jalur dari sistem Tata Surya kita ya — bukan begitu. Tetapi maksudnya lebih kepada membuat katalog ulang dan menggolongkan Pluto bersama Eris, Ceres, Haumea, dan objek langit bundar lainnya yang belum bisa menyapu bersih lingkungan di sekitar orbitnya sebagai planet katai.Nah, kembali ke pertanyaan awal: Apakah planet di Tata Surya bisa bertambah?Selama definisi atau syarat menjadi suatu planet masih bisa berubah-ubah, selama itu pula planet di Tata Surya kita masih bisa bertambah atau bahkan kembali berkurang. Mungkin saja ada masanya nanti di mana definisi planet yang baru memaksa Mars untuk keluar dari planet di Tata Surya, atau mungkin membawa kembali status planet dari Pluto.Lalu adakah calon planet ke-9 di Tata Surya saat ini?Kalau dibilang calon, sepertinya memang ada. Namanya adalah planet Sembilan (serius, namanya memang ini). Tetapi lokasinya masih belum bisa ditemukan.(Gambar. Ilustrasi planet Sembilan)Jauh di tepi Tata Surya sana, para astronom mendeteksi adanya planet masif (padat) yang memengaruhi benda-benda langit di sekitar orbitnya. Planet ini menyebabkan enam objek di sabuk Kuiper berkelompok dan seperti sedang digembala olehnya. Tentu, karena dia memengaruhi benda-benda langit di sekitarnya, ini menandakan bahwa planet Sembilan memiliki ukuran yang cukup besar, ya kan? Diperkirakan massanya pun 10 kali dari massa Bumi,[3] sehingga disebut juga sebagai planet Bumi-Super. Ada juga yang mengatakan bahwa planet Sembilan ini merupakan suatu lubang hitam, dan banyak spekulasi lain yang hadir tentang planet Sembilan ini.Hingga saat ini masih banyak tempat di Tata Surya yang belum bisa kita jelajahi, dan calon-calon planet baru mungkin akan segera ditemukan kembali. Selama sains dan teknologi terus berkembang, kita dapat menemukan, menjelajahi, dan perlahan mengungkap seluruh misteri yang ada di alam semesta ini.
Semoga bermanfaat.Sumber
Comments
Post a Comment